Disable Preloader

Pandemi COVID-19 tidak memadamkan niat Klik Data Indonesia dan RSUD Depati Bahrin yang terletak di Kepulauan Bangka Belitung untuk tetap melaksanakan Simulasi dan Sosialisasi SIMRS KlikMedic dari jarak jauh sebagai bentuk tindak lanjut dari kerjasama yang akan dilangsungkan antara keduanya. Sabtu (15/08) menjadi hari dimana sosialisasi dan uji coba jarak jauh tersebut dijadwalkan untuk dilaksanakan. Sudah sejak seminggu sebelumnya, keinginan untuk melakukan sosialisasi dan uji coba tersebut telah disampaikan oleh pihak RSUD Depati Bahrin kepada Klik Data Indonesia, menyusul undangan yang disertakan beberapa hari kemudian. Sosialisasi dan uji coba itu direncanakan untuk dilaksanakan pada pukul 12.30 WIB hingga selesai dengan agenda Sosialisasi aplikasi SIMRS KlikMedic, dilanjutkan dengan simulasi atau uji coba dan diakhiri dengan Simulasi UAT (User Acceptance Test).  Sejak sehari sebelumnya, persiapan oleh masing-masing pihak telah dilakukan demi kelancaran sosialisasi dan uji coba tersebut.

Dari pihak RSUD Depati Bahrin dijadwalkan hampir seluruh staff rumah sakit, mulai dari kepala-kepala ruangan hingga admin, akan menjadi peserta dari simulasi dan sosialisasi tersebut, sedangkan dari pihak Klik Data Indonesia direktur dan  seluruh tim SIMRS KlikMedic, mulai dari tim programmer hingga tim IT Supportnya tidak ketinggalan hadir untuk memberikan sosialisasi dan uji coba hari itu. Sejak pagi hari sebelum Simulasi dan sosialisasi tersebut dilakukan, tim Klik Data Indonesia sudah berkumpul di markas besar untuk melakukan persiapan akhir sebelum bertatap muka secara daring dengan tim RSUD Depati Bahrin. Dijadwalkan  uji coba dan sosialisasi tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi  Zoom .

 

Kurang lebih pukul 12.35 WIB, kedua tim, Klik Data Indonesia dan RSUD Depati Bahrin, memulai tatap muka via daring. Meski pada awalnya butuh waktu untuk beberapa penyesuaian hingga akhirnya video conference itu bisa dilangsungkan dengan baik.  Dari pihak RSUD Depati Bahrin terlihat peserta sosialisasi dan uji coba ini telah memadati ruang Aula yang telah dipersiapkan khusus untuk acara sosialisasi dan uji coba SIMRS KlikMedic hari ini.  Ketika video conference melalui zoom sudah terhubung dan kedua belah pihak bisa berkomunikasi dengan baik, maka tanpa menunggu lama MC dari pihak RSUD Depati Bahrin langsung mempersilakan agar acara sosialisasi ini segera dimulai. Hal pertama yang dilaksanakan adalah demo uji coba atau simulasi aplikasi SIMRS KlikMedic yang langsung dipandu oleh direktur PT. Klik Data Indonesia, Rudi Yanto.

Demo uji coba ini dimulai dengan penjelasan mengenai proses pelayanan rumah sakit yang biasanya paling awal dilalui oleh seorang pasien, yaitu proses pendaftaran. Pada bagian ini dijelaskan dengan detail mulai dari pasien mengambil tiket antrian. Disebutkan juga perbedaan antara pasien yang mengambil antrean dengan cara scan kartu berobat yang diberikan rumah sakit/BPJS  dengan pasien yang mengambil nomor antrean dengan cara menyentuh menekan layar sentuh mesin antrian, dimana saat pasien mengambil nomor antrean dengan melakukan scan kartu berobat maka otomatis sistem akan menampilkan biodata pasien tersebut lengkap dengan rekam medisnya namun jika mengambil nomor antrean dengan cara menyentuh layar pada mesin antrian maka resepsionis di loket pendaftaran harus mendata biodata pasien tersebut berikut rekam medisnya. Dengan mengetahui fakta tersebut maka tentunya akan lebih memudahkan petugas rumah sakit dalam melaksanakan tugasnya serta mengetahui kelebihan yang bisa didapat dengan menggunakan SIMRS KlikMedic. Selain itu dijelaskan juga mengenai survey dari masyarakat tentang layanan kepuasan rumah sakit yang bisa dilakukan setelah pasien mengambil nomor antrean berobat.

Penjelasan selanjutnya yang dipaparkan adalah mengenai modul resepsionis, kemudian cara mendaftar menggunakan aplikasi KlikPasien yang bisa digunakan pada smartphone dengan sistem informasi Android/iOs,  dijelaskan juga mengenai e-klaim dan lain sebagainya. Pada saat sosialisasi dan simulasi ini berlangsung tentunya pihak RSUD Depati Bahrin juga diberikan kesempatan untuk bertanya seputar SIMRS KlikMedic yang sekiranya masih kurang dimengerti.

Setelah sesi tanya jawab ini berakhir dan kemudian waktu sudah lewat dari pukul 15.00 WIB, maka kedua belah pihak memutuskan untuk menyudahi video conference kali ini. Dari pihak RSUD Depati Bahrin, Sanusi selaku Kepala Bagian Tata Usaha, menyampaikan bahwa akan merekap kembali semua permasalahan dan pertanyaan yang didapatkan dari rekan-rekan staff rumah sakit di Depati Bahrin untuk kemudian menyampaikannya pada Klik Data Indonesia, agar nantinya Klik Data bisa terus mengembangkan berbagai macam fitur yang ada di SIMRS KlikMedic. Sanusi juga menyampaikan bahwa akan lebih baik jika penandatanganan kontrak dilaksanakan lebih cepat.  Menanggapi hal tersebut, Rudi Yanto mengatakan bahwa tentunya Klik Data Indonesia juga berkehendak sama agar penandatanganan kontrak bisa dilaksanakan dengan lebih cepat, namun pada saat ini dengan makin mewabahnya virus COVID-19 pada akhirnya menyebabkan penandatangan kontrak menjadi tertunda, karena tentunya bepergian ke luar kota dalam kondisi seperti ini tidak disarankan dan bisa menimbulkan resiko, sehingga demi keamanan bersama akhirnya penandatanganan secara langsung belum bisa dilaksanakan. Namun demikian Klik Data Indonesia akan berusaha dengan sebaik mungkin agar terus dapat mengawal RSUD Depati Bahrin dalam pengisian data master SIMRS KlikMedic hingga akhirnya penandatanganan bisa segera dilakukan dan SIMRS KlikMedic bisa digunakan di RSUD Depati Bahrin dengan sempurna.

Share:
admin

Semua manusia memiliki kesempatan yang sama, jadi tetap semangat untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin.

Comments