Disable Preloader

SIMRS atau Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit kini telah menjadi salah satu tolok ukur bagi pemerintah untuk memberikan nilai akreditasi pada sebuah rumah sakit. Namun pada kenyataannya hingga saat ini belum semua rumah sakit menggunakan SIMRS untuk masalah pengelolaan datanya. Pada tahun 2018 saja tercatat hanya sekitar 48% rumah sakit di Indonesia yang sudah menggunakan SIMRS.  Diharapkan ke depannya dengan banyaknya sosialisasi yang diberikan baik itu oleh pemerintah maupun oleh perusahaan-perusahaan developer bisa menyebabkan peningkatan penggunaan SIMRS di seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia.  Tanpa adanya SIMRS di rumah sakit maka sebenarnya rumah sakit itu sendirilah yang akan mengalami banyak hambatan dalam hal operasionalnya.  Beberapa hambatan tersebut seperti misalnya :

Data Berulang/ Data Duplikasi

Tanpa adanya SIMRS yang mencatat semua data yang ada di rumah sakit secara real time dan tertata dengan baik, maka tentunya akan sangat mungkin jika terjadi pembengkakan data karena adanya data yang berulang kali dicatat, karena adanya pembengkakan data maka pelayanan di rumah sakit tersebut menjadi lebih lambat. Maka dari itulah dibutuhkan SIMRS agar tidak ada duplikasi data yang membuat data pun menjadi terlalu banyak dan sulit ditangani. Dengan adanya SIMRS maka lingkungan yang lebih hemat kertas pun juga bisa terealisasi.

Data Tak Terpusat

Ketika sebuah rumah sakit tidak menggunakan SIMRS maka tidak ada penyimpanan data yang terpusat menjadi satu.  Akibatnya akan terjadi kesimpangsiuran data yang menyebabkan adanya data yang tidak sinkron antara satu departemen dengan departemen yang lain. Tentunya hal ini bisa mengakibatkan kebingungan pada suatu hari apabila nantinya ada keperluan untuk mengumpulkan data menjadi satu. Apalagi saat rumah sakit tersebut membutuhkan data-data untuk akreditasi maka akan sangat sulit bagi rumah sakit tersebut dalam mengumpulkan data.

Human Error

Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan secara langsung oleh manusia, maka kita tidak bisa menghindari berbagai kesalahan yang dilakukan oleh manusia atau yang biasa disebut dengan human error.  Adanya human error juga menyebabkan adanya data yang tidak sinkron. Serta apabila tidak ada sistem yang membantu pengelolaan data, bisa jadi para staff yang mengelola data itu melaporkan data dengan seenaknya dan tidak sesuai dengan prosedur. Jika demikian yang terjadi maka bisa menimbulkan kesalahan yang lebih besar pada pengelolaan data rumah sakit tersebut.

Keterlambatan Informasi

Saat rumah sakit tersebut harus melakukan rekapitulasi dari semua data yang ada, maka bisa jadi ditemukan data yang tidak terkelola dengan baik, sehingga untuk mengumpulkannya membutuhkan waktu yang lama. Belum lagi dengan catatan data yang hilang, maka tentunya rekapitulasi data tersebut akan lebih sulit untuk dilaksanakan.

Dengan beberapa hambatan yang sudah dijabarkan itu saja, rasanya dengan tidak adanya SIMRS dalam sebuah rumah sakit, semua data menjadi sangat berantakan dan sebaliknya dengan adanya SIMRS semua data bisa terkelola dengan baik serta pelayanan menjadi lebih cepat.

Share:
admin

Semua manusia memiliki kesempatan yang sama, jadi tetap semangat untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin.

Comments