Disable Preloader

Di era yang sarat akan kemudahan teknologi seperti saat ini, maka semuanya dilakukan dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi, seperti misalnya untuk kebutuhan pengelolaan informasi dan data yang ada di perguruan tinggi maka digunakanlah sebuah sistem informasi akademik kampus yang disebut sebagai SIAKAD Terintegrasi. Dengan SIAKAD yang Terintegrasi dengan sistem feeder PPDKTI atau Pangkalan Data Pendidikan Tinggi maka tentunya data yang ada di dalam sistem informasi tersebut sudah langsung terhubung dengan data pusat, sehingga dengan demikian memudahkan pihak perguruan tinggi dan pihak pusat untuk mengelola data tersebut. Meski kebanyakan perguruan tinggi di Indonesia saat ini sudah menggunakan sistem informasi akademik tersebut namun ada juga beberapa kampus yang belum menggunakannya dikarenakan banyak hal, seperti misalnya kurangnya dana atau kurangnya sumber daya manusia yang bisa diserahi tugas untuk menyerahkan sistem informasi akademik tersebut. Di zaman yang serba menggunakan internet seperti saat ini jika sebuah perguruan tinggi tidak menggunakan sistem akademik yang sama maka akan terdapat banyak kendala yang bisa saja dialami oleh masyarakat akademik yang berada di bawah naungannya. Berikut ini beberapa kendala yang bisa terjadi akibat tidak adanya SIAKAD pada sebuah perguruan tinggi :

Proses Registrasi Dan Pembayaran Yang Sangat Lama

Seperti yang Anda ketahui juga bahwa saat diadakannya registrasi ulang dan pembayaran setiap semesternya maka ada banyak hal yang harus dilakukan, proses itu juga akan melibatkan begitu banyak mahasiswa yang ada di dalam perguruan tinggi tersebut. Sehingga coba bayangkan saja jika semua proses itu harus dilalui tanpa adanya sistem informasi akademik secara online. Semuanya harus dilalui dengan manual, termasuk mengisi biodata, mengisi KRS sampai proses pembayaran semester dilakukan dengan cara mengantre pada loket pembayaran. Proses ini bisa berlangsung hingga berhari-hari atau bahkan bisa sampai seminggu lebih karena semuanya dilaksanakan secara manual dengan sumber daya manusia yang terbatas. Namun saat perguruan tinggi tersebut sudah menggunakan sistem informasi akademik yang terintegrasi secara online maka dengan demikian proses registrasi dan pembayaran bisa dilakukan secara online.

Adanya Kesalahan Dalam Catatan Pembayaran

Pada saat sebuah perguruan tinggi masih menggunakan cara yang manual dan tidak menggunakan sistem informasi seperti SIAKAD, maka bisa jadi akan terdapat kesalahan saat mencatat pembayaran mahasiswa. Berhubung ada banyak sekali mahasiswa yang tercatat pada perguruan tinggi itu, maka karena adanya human error pada saat pencatatan bisa jadi mahasiswa yang sudah membayar SPP justru tidak tercatat sudah membayar, akibatnya terjadi kesalahan, atau bahkan ada mahasiswa yang sebenarnya belum membayar SPP namun tercatat sudah membayar, adanya kesalahan semacam ini bisa menjadi masalah yang besar, karena tentunya sebagai mahasiswa yang sudah membayar, akan merasa rugi jika harus membayar dua kali dan bagi mahasiswa yang tercatat sudah membayar padahal belum, maka dalam hal ini pihak perguruan tinggi yang akan dirugikan. Namun saat perguruan tinggi yang bersangkutan sudah menggunakan sistem informasi SIAKAD hal-hal yang merugikan ini tidak akan terjadi karena semuanya tercatat secara online.

Adanya Kesalahan Data Pada Saat Input KRS

Jadwal perkuliahan tentunya harus dijadwalkan dengan baik, sesuai kuota per kelasnya dan sesuai dengan kemampuan mahasiswa untuk mengambil berapa banyak KRS pada semester tersebut. Tentunya karena merupakan urusan bagi begitu banyak mahasiswa, hal tersebut harus diberi perhatian yang lebih agar dengan demikian semua mahasiswa bisa kebagian kelas dan tidak ada yang merasa dirugikan sama sekali. Dengan adanya SIAKAD yang digunakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan maka dengan demikian urusan pengisian KRS ini bisa berlangsung dengan lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama.

Nilai Mahasiswa Tidak Cepat Diupdate

Apabila ada masalah pada nilai mata kuliah Anda seperti misalnya nilai mata kuliah Anda tidak tertulis dengan benar dan tidak sesuai dengan yang sesungguhnya, maka hal itu adalah salah satu masalah yang bisa dialami ketika perguruan tinggi tersebut tidak menggunakan SIAKAD. Dengan demikian apabila ada perbaikan nilai mata kuliah pun tidak akan bisa segera diupdate, akibatnya mahasiswa akan terlalu lama menunggu nilai KHS untuk keluar dengan lengkap. Karena tentunya akan memakan waktu yang lama untuk memeriksa nilai mahasiswa satu persatu, terutama jika nantinya ada perbaikan pada nilai salah satu mata kuliahnya. Namun hal ini tidak akan terjadi apabila perguruan tinggi tersebut menggunakan SIAKAD.

Data Tidak Terdeteksi Di Forlap DIKTI

Sudah bukan rahasia lagi, jika saat ini semua perguruan tinggi harus melaporkan datanya ke data pusat melalui feeder PDDikti, dengan demikian data mahasiswa bisa tercatat secara nasional dan diakui secara nasional. Nah, jika perguruan tinggi tersebut tidak menggunakan SIAKAD yang terhubung langsung dengan Forlap Dikti ini maka tentunya data mahasiswa tidak akan terdata secara nasional dan itu bisa merugikan baik itu perguruan tinggi itu sendiri maupun bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Share:
admin

Semua manusia memiliki kesempatan yang sama, jadi tetap semangat untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin.

Comments